Pendakian Pertama di Gunung Sindoro
Pada tanggal 4 februari 2011 kami berdelapan mulai menyiapkan diri untuk mendaki salah satu gunung di jawa tengah. Gunung sindoro menjadi tujuan kami untuk melepas penat setelah berjuang menyelesaikan tugas awal kuliah yaitu semesteran. sebuah tes yang sebenarnya penting tidak penting karena disitu banyak sekali kebohongan, hehehe. Acara muncak direncanakan oleh alfan, alfan memang sudah sering melalang buana ke berbagai gunung semenjak SMA. ia juga sudah pernah mendaki gunung slamet, gunung api aktif tertinggi di jawa tengah. Alfan mengajak ke semua sahabatnya untuk bisa merasakan keindahan yang luar biasa seperti yang dulu pernah ia rasakan bersama sahabat-sahabatnya waktu ia SMA.
Musim penghujan tidak menjadi penghalang ke delapan anak manusia dengan penuh impian. terutama impian mencerdaskan anak bangsa karena kami kalau lulus nanti akan menjadi bapak guru yang dihormati, eee itu kalau jadi. kami kumpul di weleri, karena weleri adalah kota tengah-tengah, maklum kami bukan berasal dari daerah yang sama. ada yang dari purwodadi, semarang, kendal, rowosari, batang, pekalongan, pemalang, dan salah satu teman kami yang bertempat tinggal di sukorejo menunggu di alun - alun sukorejo karena nantinya kami juga akan melewati alun-alun tersebut.
sekitar jam 3 sore kami sampai di alun-alun sukoreja dan di situ kami ke indomart untuk beli keperluan konsumsi untuk pendakian. waktu itu kami belanja penuh dengan kegilaan, beli mie instan sampai satu kardus, susu sachet sampai bersachet- sachet belum ada kopi, ada juga yang bawa beras, wah super pokoknya seperti mau buat warung di puncak gunung. setelah belanja kami packing di masjig agung sukorejo di kawasan alun-alunnya. setelah sholat kami bergegas berangkat, waktu itu salah satu dari teman menyarankan untuk lewat jalur alternatif yang katanya lebih cepat untuk sampai di base camp.
Jalur yang di perkirakan akan mempercepat ternyata malah justru memperlambat, jalanan yang menanjak, aspal yang sudah rusak serta jurang membuat kami semua untuk tetap fokus dan sangat berhati-hati dalam melintasi. kabut tebal mulai menampakan diri yang membuat kami semua tidak bisa melihat dengan jelas. Di tengah perjalanan kami semua berhenti untuk membeli bensin, karena ternyata jalur yang dilewati sangat susah. Maghrib kami berhenti di salah satu desa yang tidak tahu namanya yang jelas desa tersebut selalu tertutup kabut dan letak desa tersebut dikelilingi tebing bukit yang tinggi. selepas maghrib kami melanjutkan perjalanan menuju entah kemana, yang jelas mencari jalan utama karena disini kami merasa tersesat.
Terus dan terus melaju walau kadang merasa ragu, akhirnya tak lama kami sampai di jalan raya Dieng. Sebelum sampai di pertigaan itu kami melewati sebuah pabrik teh Tambi. di pertigaan tersebut kami ambil kanan karena kalau ke kanan sesuai dengan petunjuk arah, mengarahkan ke dieng sedangkan jika berbelok ke kiri mengarah ke wonosobo.
Kami berhenti di polsek sekitar, untuk bertanya letak basecamp gunung sindoro, namun yang kami dapatkan adalah sebuah hiburan. kata pak polisi berkumis dengan tubuh gendut itu berkata " kalau basecamp sindoro ada di daerah temanggung mas. oh iya mas dulu saya juga sering mendaki gunung mas, dan capek saja yang didapatkan, kalau sekarang mendakinya enak mas, dapatnya tidak capek tapi anak, hahahaha" pak polisi itu berkata demikian sehingga seisi ruanganpun juga ikut tertawa mendengar ungkapan yang seperti itu.
Setelah kami bertanya kepada pak polisi yang super lucu itu kemudian kami melanjutkan kembali perjalanan kami untuk menuju basecamp kledung yang berada di daerah temanggung. hampir 5 jam kami menulusuri perjalanan yang membuat kami terasa asing akhirnya sampai juga di perbatasan wonosobo-temanggung, dan letak basecamp temanggung tidak jauh dari gapura perbatasan. jam 22.15 WIB kami semua tiba di basecamp sindoro dengan selamat, hanya saja rasa dingin yang membuat kami mulai lelah. Kami memutuskan untuk mulai pendakian esok harinya karena hujan belum juga reda. Kami pun bisa istirahat dengan berbalut selimut tebal namun masih saja tembus hingga menusuk ke tulang rasa dinginnya.
setelah melewati perjalanan panjang yang begitu melelahkan akhirnya bisa sampai di pintu gerbang sebuah tantangan untuk bisa di taklukan bersama sahabat.
sekian dulu catatan hidup sang pengelana rimba, nantikan coretan-coretan kisah kami selanjutnya, bisa llihat berbagai ungkapan galau di @alfanherya
Jalur yang di perkirakan akan mempercepat ternyata malah justru memperlambat, jalanan yang menanjak, aspal yang sudah rusak serta jurang membuat kami semua untuk tetap fokus dan sangat berhati-hati dalam melintasi. kabut tebal mulai menampakan diri yang membuat kami semua tidak bisa melihat dengan jelas. Di tengah perjalanan kami semua berhenti untuk membeli bensin, karena ternyata jalur yang dilewati sangat susah. Maghrib kami berhenti di salah satu desa yang tidak tahu namanya yang jelas desa tersebut selalu tertutup kabut dan letak desa tersebut dikelilingi tebing bukit yang tinggi. selepas maghrib kami melanjutkan perjalanan menuju entah kemana, yang jelas mencari jalan utama karena disini kami merasa tersesat.
Terus dan terus melaju walau kadang merasa ragu, akhirnya tak lama kami sampai di jalan raya Dieng. Sebelum sampai di pertigaan itu kami melewati sebuah pabrik teh Tambi. di pertigaan tersebut kami ambil kanan karena kalau ke kanan sesuai dengan petunjuk arah, mengarahkan ke dieng sedangkan jika berbelok ke kiri mengarah ke wonosobo.
Kami berhenti di polsek sekitar, untuk bertanya letak basecamp gunung sindoro, namun yang kami dapatkan adalah sebuah hiburan. kata pak polisi berkumis dengan tubuh gendut itu berkata " kalau basecamp sindoro ada di daerah temanggung mas. oh iya mas dulu saya juga sering mendaki gunung mas, dan capek saja yang didapatkan, kalau sekarang mendakinya enak mas, dapatnya tidak capek tapi anak, hahahaha" pak polisi itu berkata demikian sehingga seisi ruanganpun juga ikut tertawa mendengar ungkapan yang seperti itu.
Setelah kami bertanya kepada pak polisi yang super lucu itu kemudian kami melanjutkan kembali perjalanan kami untuk menuju basecamp kledung yang berada di daerah temanggung. hampir 5 jam kami menulusuri perjalanan yang membuat kami terasa asing akhirnya sampai juga di perbatasan wonosobo-temanggung, dan letak basecamp temanggung tidak jauh dari gapura perbatasan. jam 22.15 WIB kami semua tiba di basecamp sindoro dengan selamat, hanya saja rasa dingin yang membuat kami mulai lelah. Kami memutuskan untuk mulai pendakian esok harinya karena hujan belum juga reda. Kami pun bisa istirahat dengan berbalut selimut tebal namun masih saja tembus hingga menusuk ke tulang rasa dinginnya.
setelah melewati perjalanan panjang yang begitu melelahkan akhirnya bisa sampai di pintu gerbang sebuah tantangan untuk bisa di taklukan bersama sahabat.
sekian dulu catatan hidup sang pengelana rimba, nantikan coretan-coretan kisah kami selanjutnya, bisa llihat berbagai ungkapan galau di @alfanherya
0 komentar:
Posting Komentar