Tahun 2011 kami berdelapan mendaki gunung sindoro, tak terlintas di benak mereka sahabatku yang belum pernah mendaki gunung sebelumnya. Banyak kata yang terucap kalau mendaki gunung itu mudah, namun pada kenyataannya sampai di pos 2 saja sudah pada kecapean.
Kami waktu itu start dari basecamp sekitar jam 8 pagi. ada kejadian lucu pada saat kami sholat subuh, dengan keadaan yang super dingin. kami dibagi menjadi dua kloter, kloter pertama, alfan, tigor, asiwil, dan toha untuk melaksanakan sholat subuh terlebih dahulu. mereka berempat merasakan dingin yang luar biasa sampai sampai sholat pun berdirinya tidak tegap menggigil dimana-mana. seusai pulang sholat subuh, alfan terjatuh kedalam selokan yang sangat panjang kemudian disusul tigor. memang pagi itu sangat gelap gulita, sehingga jarak pandang tidak begitu jelas. waktu mereka berdua terjatuh, asiwil melihat dan hanya berkata " lho lah kalian ngapain??" dengan senyum terbahak padahal mereka yang jatuh merasa sangat kesakitan. haduhh malangnya nasib mereka. tak kalah apes tapi kali ini mereka yang sholat dikloter kedua masih lumayan tidak begitu apes hanya saja mereka berjalana seperti kereta berjejer lurus kedepan dan di depan haris waktu itu tidak melihat jalanan sehingga mau menabrak pintu rumah orang, mereka tersadar ketika si kumar merasakan ada yang aneh dengan jalannya.
pagi yang menarik, awal sebuah petualangan yang mendebarkan. setelah sarapan kami berdelapan eksis ceria dengan kostum bagaikan seorang batman, karena harus memakai jas hujan. memang kami bukanlah pendaki pro, sampai ada salah satu dari seorang teman kami harus memakai tas samping dengan membawa botol air mineral dengan isi penuh sampai empat botol, tak terbayang kan betapa ribetnya pendakian ini. :D
jalanan bebatauan terlewati, lereng gunung dengan kabut tipis dengan pemandangan alam yang menakjubkan dengan hamparan kebun tembakau yang mulai tumbuh dewasa mengiringi perjalanan kami. semua berjalan lancar sampai kami memasuki hutan, disitu rasa lelah mulai terasa gerimis berhenti sehingga kami memutuskan untuk melepas semua jas hujan kami.
Di pos dua kami istirahat lumayan lama karena kami makan siang disitu, sampai di pos dua sekitar jam 1 siang, jadi perjalanan dari pos 1 ke pos 2 lumayan lama, tapi awal yang baik bagi kami para pendaki yang super amatir. setelah lunch dengan remukan mie, (tidak disarankan untuk para calon pendaki karena bisa membuat sakit perut) kami terus melanjutkan kembali perjalanan. pos dua berada di pertengahan hutan lamtoro. medan bebatuan di depan pandangan kami dengan tingkat kemiringan yang lumayan terjal mulai menampakkan. salah satu sahabat kami yang bernama habib sudah mulai tergoyahkan ia sudah merasakan kakinya sering kram, hingga kami harus perlahan-lahan untuk berjalan. terjalnya medan sangat membuat kami harus benar-benar ekstra ditambah lagi ditengah perjalanan itu terjadi badai, kami harus berlindung dibawah batu besar untuk membuat perapian, salah satu dari teman kami sudah merasakan kedinginan hebat. kami mendaki memang disaat musim penghujan sehingga badai menjadi tantangan yang harus dihadapi.
kami berhenti di pos 3 pada jalur kledung ini, dan ekspedisi kali ini dicukupkan karena cuaca yang tidak mendukung tapi kami semua bertekad akan kembali mengunjungi gunung ini untuk menuntaskan misi kami, sekian coretan ini, aku persembahkan untuk semua sahabat-sahabatku tercinta, semoga ketika kita dipertemukan nanti kita bisa kembali mendaki bersama, tertawa bersama dan bahagia bersama, salam sukses untuk kalian semua. salam dari ku dari puncak semeru dari puncak impian kita. PCC yoesssss .."truweluuuuuuu"
0 komentar:
Posting Komentar