Tampilkan postingan dengan label pendaki pemula. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendaki pemula. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Maret 2015

Gunung Sindoro "Para Pemula"


Gunung sindoro adalah sebuah gunung yang aktif namun untuk saat ini sedang tertidur. waktu tahun 2011 kami naik gunung sindoro gunung tersebut masih tidur, namun pada awal tahun 2013 gunung tersebut kembali mengeluarkan gas beracun dan dari keluarnya gas tersebut sampai ada beberapa pendaki yang meninggal karena terlalu banyak menghirup banyak gas beracun yang dikeluarkan gunung sindoro. 
Tahun 2011 kami berdelapan mendaki gunung sindoro, tak terlintas di benak mereka sahabatku yang belum pernah mendaki gunung sebelumnya. Banyak kata yang terucap kalau mendaki gunung itu mudah, namun pada kenyataannya sampai di pos 2 saja sudah pada kecapean. 
Kami waktu itu start dari basecamp sekitar jam 8 pagi. ada kejadian lucu pada saat kami sholat subuh, dengan keadaan yang super dingin. kami dibagi menjadi dua kloter, kloter pertama, alfan, tigor, asiwil, dan toha untuk melaksanakan sholat subuh terlebih dahulu. mereka berempat merasakan dingin yang luar biasa sampai sampai sholat pun berdirinya tidak tegap menggigil dimana-mana. seusai pulang sholat subuh, alfan terjatuh kedalam selokan yang sangat panjang kemudian disusul tigor. memang pagi itu sangat gelap gulita, sehingga jarak pandang tidak begitu jelas. waktu mereka berdua terjatuh, asiwil melihat dan hanya berkata " lho lah kalian ngapain??" dengan senyum terbahak padahal mereka yang jatuh merasa sangat kesakitan. haduhh malangnya nasib mereka. tak kalah apes tapi kali ini mereka yang sholat dikloter kedua masih lumayan tidak begitu apes hanya saja mereka berjalana seperti kereta berjejer lurus kedepan dan di depan haris waktu itu tidak melihat jalanan sehingga mau menabrak pintu rumah orang, mereka tersadar  ketika si kumar merasakan ada yang aneh dengan jalannya.
pagi yang menarik, awal sebuah petualangan yang mendebarkan. setelah sarapan kami berdelapan eksis ceria dengan kostum bagaikan seorang batman, karena harus memakai jas hujan. memang kami bukanlah pendaki pro, sampai ada salah satu dari seorang teman kami harus memakai tas samping dengan membawa botol air mineral dengan isi penuh sampai empat botol, tak terbayang kan betapa ribetnya pendakian ini. :D 
jalanan bebatauan terlewati, lereng gunung dengan kabut tipis dengan pemandangan alam yang menakjubkan dengan hamparan kebun tembakau yang mulai tumbuh dewasa mengiringi perjalanan kami. semua berjalan lancar sampai kami memasuki hutan, disitu rasa lelah mulai terasa gerimis berhenti sehingga kami memutuskan untuk melepas semua jas hujan kami. 
Di pos dua kami istirahat lumayan lama karena kami makan siang disitu, sampai di pos dua sekitar jam 1 siang, jadi perjalanan dari pos 1 ke pos 2 lumayan lama, tapi awal yang baik bagi kami para pendaki yang super amatir. setelah lunch dengan remukan mie, (tidak disarankan untuk para calon pendaki karena bisa membuat sakit perut)   kami terus melanjutkan kembali perjalanan. pos dua berada di pertengahan hutan lamtoro. medan bebatuan di depan pandangan kami dengan tingkat kemiringan yang lumayan terjal mulai menampakkan. salah satu sahabat kami yang bernama habib sudah mulai tergoyahkan ia sudah merasakan kakinya sering kram, hingga kami harus perlahan-lahan untuk berjalan. terjalnya medan sangat membuat kami harus benar-benar ekstra ditambah lagi ditengah perjalanan itu terjadi badai, kami harus berlindung dibawah batu besar untuk membuat perapian, salah satu dari teman kami sudah merasakan kedinginan hebat. kami mendaki memang disaat musim penghujan sehingga badai menjadi tantangan yang harus dihadapi. 
kami berhenti di pos 3 pada jalur kledung ini, dan ekspedisi kali ini dicukupkan karena cuaca yang tidak mendukung tapi kami semua bertekad akan kembali mengunjungi gunung ini untuk menuntaskan misi kami, sekian coretan ini, aku persembahkan untuk semua sahabat-sahabatku tercinta, semoga ketika kita dipertemukan nanti kita bisa kembali mendaki bersama, tertawa bersama dan bahagia bersama, salam sukses untuk kalian semua. salam dari ku dari puncak semeru dari puncak impian kita. PCC yoesssss .."truweluuuuuuu"

Selasa, 24 Maret 2015

First Climb With PCC


Pendakian Pertama di Gunung Sindoro
Pada tanggal 4 februari 2011 kami berdelapan mulai menyiapkan diri untuk mendaki salah satu gunung di jawa tengah. Gunung sindoro menjadi tujuan kami untuk melepas penat setelah berjuang menyelesaikan tugas awal kuliah yaitu semesteran. sebuah tes yang sebenarnya penting tidak penting karena disitu banyak sekali kebohongan, hehehe. Acara muncak direncanakan oleh alfan, alfan memang sudah sering melalang buana ke berbagai gunung semenjak SMA. ia juga sudah pernah mendaki gunung slamet, gunung api aktif tertinggi di jawa tengah. Alfan mengajak ke semua sahabatnya untuk bisa merasakan keindahan yang luar biasa seperti yang dulu pernah ia rasakan bersama sahabat-sahabatnya waktu ia SMA. 
Musim penghujan tidak menjadi penghalang ke delapan anak manusia dengan penuh impian. terutama impian mencerdaskan anak bangsa karena kami kalau lulus nanti akan menjadi bapak guru yang dihormati, eee itu kalau jadi. kami kumpul di weleri, karena weleri adalah kota tengah-tengah, maklum kami bukan berasal dari daerah yang sama. ada yang dari purwodadi, semarang, kendal, rowosari, batang, pekalongan, pemalang, dan salah satu teman kami yang bertempat tinggal di sukorejo menunggu di alun - alun sukorejo karena nantinya kami juga akan melewati alun-alun tersebut.
sekitar jam 3 sore kami sampai di alun-alun sukoreja dan di situ kami ke indomart untuk beli keperluan konsumsi untuk pendakian. waktu itu kami belanja penuh dengan kegilaan, beli mie instan sampai satu kardus, susu sachet sampai bersachet- sachet belum ada kopi, ada juga yang bawa beras, wah super pokoknya seperti mau buat warung di puncak gunung. setelah belanja kami packing di masjig agung sukorejo di kawasan alun-alunnya. setelah sholat kami bergegas berangkat, waktu itu salah satu dari teman menyarankan untuk lewat jalur alternatif yang katanya lebih cepat untuk sampai di base camp.
Jalur yang di perkirakan akan mempercepat ternyata malah justru memperlambat, jalanan yang menanjak, aspal yang sudah rusak serta jurang membuat kami semua untuk tetap fokus dan sangat berhati-hati dalam melintasi. kabut tebal mulai menampakan diri yang membuat kami semua tidak bisa melihat dengan jelas. Di tengah perjalanan kami semua berhenti untuk membeli bensin, karena ternyata jalur yang dilewati sangat susah. Maghrib kami berhenti di salah satu desa yang tidak tahu namanya yang jelas desa tersebut selalu tertutup kabut dan letak desa tersebut dikelilingi tebing bukit yang tinggi. selepas maghrib kami melanjutkan perjalanan menuju entah kemana, yang jelas mencari jalan utama karena disini kami merasa tersesat.
Terus dan terus melaju walau kadang merasa ragu, akhirnya tak lama kami sampai di jalan raya Dieng. Sebelum sampai di pertigaan itu kami melewati sebuah pabrik teh Tambi. di pertigaan tersebut kami ambil kanan karena kalau ke kanan sesuai dengan petunjuk arah, mengarahkan ke dieng sedangkan jika berbelok ke kiri mengarah ke wonosobo.
Kami berhenti di polsek sekitar, untuk bertanya letak basecamp gunung sindoro, namun yang kami dapatkan adalah sebuah hiburan. kata pak polisi berkumis dengan tubuh gendut itu berkata " kalau basecamp sindoro ada di daerah temanggung mas. oh iya mas dulu saya juga sering mendaki gunung mas, dan capek saja yang didapatkan, kalau sekarang mendakinya enak mas, dapatnya tidak capek tapi anak, hahahaha" pak polisi itu berkata demikian sehingga seisi ruanganpun juga ikut tertawa mendengar ungkapan yang seperti itu.
Setelah kami bertanya kepada pak polisi yang super lucu itu kemudian kami melanjutkan kembali perjalanan kami untuk menuju basecamp kledung yang berada di daerah temanggung. hampir 5 jam kami menulusuri perjalanan yang membuat kami terasa asing akhirnya sampai juga di perbatasan wonosobo-temanggung, dan letak basecamp temanggung tidak jauh dari gapura perbatasan. jam 22.15 WIB kami semua tiba di basecamp sindoro dengan selamat, hanya saja rasa dingin yang membuat kami mulai lelah. Kami memutuskan untuk mulai pendakian esok harinya karena hujan belum juga reda. Kami pun bisa istirahat dengan berbalut selimut tebal namun masih saja tembus hingga menusuk ke tulang rasa dinginnya.
setelah melewati perjalanan panjang yang begitu melelahkan akhirnya bisa sampai di pintu gerbang sebuah tantangan untuk bisa di taklukan bersama sahabat.

sekian dulu catatan hidup sang pengelana rimba, nantikan coretan-coretan kisah kami selanjutnya, bisa llihat berbagai ungkapan galau di @alfanherya



Blog Archive

Categories

About